*TEKNIK CRAFT DALAM PARENTING*
By: Sukmadiarti_Psikolog

CRAFT Adalah singkatan dari Cancel, Replace, Affirmation, Focus, dan Train. Teknik ini dikembangkan oleh Dr. Maxwell dengan tujuan untuk memperbaiki citra diri seseorang. Teknik ini bisa pula kita gunakan dalam mencapai tujuan maupun memperbaiki hubungan sosial.

Kita bisa terapkan teknik ini dalam parenting. Untuk memperbaiki citra diri kita sebagai orangtua dalam pengasuhan buah hati.

CANCEL
Hapus self talk negatif dan penilaian buruk kita terhadap anak maupun diri kita sebagai orangtua.

"Anak saya susah bergaul. Kalau jumpa orang baru, dia menghindar."

"Saya mudah marah saat mendampingi anak belajar."

Bila selama ini, kita tanpa sadar sering melabel negatif diri sendiri maupun anak, maka sadri, lalu cancel dan hapuslah label itu sekarang.

REPLACE
Ganti self talk negatif yang terlanjur kita sematkan tadi pada diri maupun anak kita selama ini. Ubah menjadi self talk yang lebih positif dan sesuai dengan apa yang kita inginkan.

"Anak saya butuh waktu untuk bersosialisasi dengan orang baru."

"Saya, ibu yang sabar dan tenang dalam mendampingi anak belajar."

Ulang-ulangi self talk positif itu agar bisa mereplace self talk negatif yang sebelumnya dan agar bisa lebih tertanam ke dalam pikiran bawah sadar kita.

AFFIRM

Perkuat self talk positif yang baru kita tanam dan setting tadi dengan menambahkan gabar afirmasi yang sesuai.

Kita bisa tempelkan dan ingat momen-momen dimana anak kita bisa bergaul dan mudah akrab dengan teman maupun keluarga dan ponakan. 

Kita bisa tempel juga foto di momen kita begitu sabar, hangat, dan tenang membersamai anak-anak. 

Afirmasi ini akan membuat perasaan positif kita hidup dan bangkit sehingga memudahkan kita brrpikir bahawa sebenarnya anak maupun diri kita tidak seburuk penilaian kita sebelumnya.

FOCUS
Fokuskan perhatian kita pada harapan dan impian baik tadi. Bahwa kita ingin anak bisa bergaul dengan hangat kepada teman maupun orang baru yang ditemuinya dengan percaya diri. 

Fokuskan pula diri kita untuk berlatih dan belajar cara yang perlu kita lakukan untuk bisa lebih sabar dan tenang membersamai anak-anak. 

Fokuskan energi kita pada upaya perbaikan.  Bisa dengan belajar, baca buku, dan ikut seminar yang terkait dengan tujuan kita.

TRAIN
Latih terus diri kita mempraktekkan ilmu yang sudah di dapat.

 Ulangi secara rutin penginstalan self talk positif tadi ke dalam diri setiap bangun tidur maupun saat mau tidur agar semakin tertanam.

Latih terus diri kita tetap tenang, sabar, bahagia saat membersamai anak-anak.

Bila ada kesalahan, evaluasi diri lagi, dan perbaiki lagi, lakukan terus.

Insya Allah, perubahan baik akan terjadi. Kita akan menjadi pribadi yang berbeda begitu pula dengan anak kita.

Selamat Praktek ๐Ÿ˜‡๐Ÿ™๐Ÿป
WA 081362359651

Informasi

Untuk memaksimalkan kesuksesan orangtua dalam pengasuhan dan manajemen emosi, kami memfasilitasi kegiatan webinar parenting:

MANAJEMEN EMOSI ORANG TUA

Bersama
✨Bunda Sukma
Psikolog, Konsultan Keluarga, dan Praktisi SEFT

dan

✨ dr. Vebry
Dosen dan Praktisi Kesehatan

Kita akan berdiskusi tentang:

✅ Cara Berdamai dengan Inner Child
✅ Powerfull Love dengan mengoptimalkan Lima Bahasa Cinta
✅ Komunikasi Emoatik Orangtua dan Anak
✅Loving Kindness Therapy
✅ Menjaga Kesehatan Anak Selama PJJ

Acara webinar ini akan diadakan secara online via zoom meeting, selama 3 hari pada:

Day 1 : senin, 27 maret,
Day 2 : rabu, 31 maret,
Day 3 : 2 April

Pukul: 19.30 sd selesai

Full Praktek n Bonus Terapi Emosi

HTM
๐Ÿ’ŽEarly bird (s/d 22 Maret) : Rp. 120.000
๐Ÿ’ŽNormal : 150.000

Pendaftarannya ke:
Http://wa.me/6287871947906

Sampai Jumpa

Informasi ini boleh di share ke teman dan keluarga ya ๐Ÿ˜‡

View Post



TEKNIK 5 WHY UNTUK MENGGALI AKAR MASALAH


Masalah adalah suatu kondisi dimana terjadi kesenjangan antara apa yang kita harapkan dengan kenyataan yang diterima.


Contoh, orangtua merasa ada masalah dalam hubungannya dengan anaknya. Ia berharap anaknya mengikuti dan mengerjakan tugas sekolah dengan tertib dan tepat waktu. Kenyataannya, anaknya sering telat masuk kelas zoom dan terlambat dalam mengumpulkan tugas. 


Dalam kondisi bermasalah, tak jarang kita mencari kambing hitam. Mencari objek yang bisa kita salahkan.  Padahal, yang awalnya merasa bermasalah adalah diri kita sendiri. 


Jack Canfield mengatakan bahwa untuk bisa sukses dalam kehidupan ini, kita harus mengambil tanggung jawab 100% atas kehidupan yang kita jalani, termasuk kesehatan, keuangan, pikiran, perasaan, dan tindakan kita, semuanya! Tidak lagi mengeluh dan menyalahkan orang lain atas masalah yang sedang kita hadapi, termasuk ke diri kita sendiri.


Untuk itu, kita bisa menggunakan "Teknik 5 Why" yang dikembangkan oleh Sakichi Toyoda (pendiri Toyota) untuk menemukan akar masalah yang sebenarnya kita alami. Caranya adalah dengan kita bertanya pada diri kita sendiri tentang masalah kita. Lalu, jawaban pertanyaan why pertama, dijadikan pertanyaan untuk why kedua, begitu seterusny sampai 5 kali why.


Kita ambil contoh sesuai kasus di awal cerita tadi. 


1.

Mengapa kamu merasa sedang ada masalah? 

Anak saya tidak mengerjakan tugas tepat waktu.


2. 

Mengapa anak kamu tidak mengerjakan tugas tepat waktu?

Karena ia asyik menonton, bermain game, dan menunda-nunda mengerjakan tugasnya.


3. Mengapa anak kamu menunda-nunda tugasnya dan asyik bermain?

Karena saya belum membuat dan mengatur waktu belajar dan bermain mereka.


4. Mengapa kamu belum membuat dan mengatur waktu belajar dan bermain anak-anak?

Karena saya masih sibuk mengurusi pekerjaan dan aktivitas saya sendiri.


5. Mengapa kamu masih sibuk dengan pekerjaanmu sehingga belum mengatur kegiatan anak-anak?

Karena saya belum menjadikan mereka sebagai prioritas.


Lihat, ya. Betapa akhirnya kita jadi bisa menemukan akar masalah yang sebenarnya. Yang awalnya kita merasa sumber masalahnya berasal dari luar diri, ternyata justru ada di dalam diri kita sendiri.


Inilah pentingnya kita mengenali terlebih dahulu, apa sebenarnya permasalahan kita. Bila kita sudah bisa menemukan akar masalahnya, maka akan lebih mudah kita untuk mencari jalan keluar penyelesaiannya.


Dalam konteks masalah di contoh tadi, maka jalan keluar dari masalahnya adalah menjadikan anak sebagai prioritas orangtua. Ini artinya, orangtua perlu  melakukan perencanaan untuk mengatur waktunya mendampingi anak belajar dan membuat aturan pembagan waktu untuk anak belajar dan bermain.


Maka dengan begitu, harapan orangtua agar anaknya bisa mengerjakan tugas tepat waktu akan lebih mudah untuk terpenuhi. Masalah pun terselesaikan dengan baik.


Teknik ini bisa teman-teman praktekkan pula untuk konteks masalah lainnya, baik di pekerjaan, pernikahan, bisnis, atau lainnya.


Selamat Praktek

Semoga Bermanfaat


By: @sukmadiarti_psikolog


Nb. KONSULTASI N KERJASAMA Pelatihan dan Seminar

WA 081362359651

View Post