SELF LOVE FOR PARENTS


"Menerima diri kita apa adanya berarti menghargai ketidaksempurnaan kita sama seperti menghargai kesempurnaan kita.” 

– Sandra Bierig


Adakalanya, sebagai orangtua kita merasa bersalah dan sedih karena belum maksimal mengasuh dan mendampingi anak belajar. Perasaan bersalah itu lantas membuat kita menjadi semakin lemah dan  tidak berdaya. Tanpa disadari, ketidakberdayaan itu membuat kita jadi mudah menyalahkan pasangan, lingkungan, bahkan anak.


It's oke to not be ok. Tidak ada manusia yang sempurna. Kita semua pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan, termasuk dalam pengasuhan dan pendampingan anak-anak belajar. Tapi sadarilah, pastinya dalam keterbatasan yang ada, kita sudah memberikan dan mengupayakan yang terbaik yang kita bisa untuk anak-anak.


Meskipun anak-anak saat ini kondisinya belum benar-benar sesuai harapan kita, belajarnya belum mandiri, masih butuh pendampingan, mengerjakan tugas masih butuh ditemani dan dimotivasi, padahal kita ingin mereka bisa mandiri dan disiplin, terimalah. Terima kondisi yang ada dengan lapang hati.


Meskipun diri kita sebagai orangtua masih sangat terbatas waktu dan tenaganya mendampingi anak-anak belajar, padahal kita ingin bisa lebih banyak waktu dan kesungguhan menemani mereka, terimalah. Terima kondisi itu dengan lapang hati. 


Penerimaan kita atas ketidaksempurnaan diri kita, pasangan maupun anak akan melepas ganjalan emosi rasa bersalah, sedih, kecewa yang menghantui hati selama ini. Ya, jalan satu-satunya untuk berdamai dengan diri sendiri dan lingkungan adalah dengan ikhlas menerima kondisi yang ada.


Saat kita sudah ikhlas menerima kekurangan dan ketidaksempurnaan kita, maka tanpa terasa hati yang sesak menjadi longgar kembali. Di titik inilah, dimana kita sudah merasa tenang menghadapi kondisi yang ada maka solusi dan kemudahan pun akan terbuka. Anak menjadi semakin mudah diarahkan, kita pun jadi lebih senang hati menemani dan mengarahkan anak-anak belajar. Energi yang terpancar pun didominasi cinta, ketulusan dan kasih sayang. 


Anak kita merasakan pancaran emosi yang kita rasakan. Bila emosi kita didominasi marah, kesal, kecewa, rasa bersalah, mereka pun tidak nyaman dan enggan menyambut ajakan kita. Sebaliknya, saat emosi dan energi yang kita pancarkan sudah berubah menjadi energi cinta dan keridhoan, buktikanlah bahwa anak-anak akan lebih menyejukkan hati dan mudah mengikuti apa yang orangtua arahkan. 


Mulai saat ini, mari berdamai dengan diri kita sendiri agar lebih mudah bagi kita berdamai dengan anak maupun lingkungan.  Terima kekurangan dan keterbatasan diri kita selama ini. Dan tak lupa, apresiasilah semua upaya yang telah kita lakukan selama ini. 


Sambil memejamkan mata dan memeluk diri kita sendiri (dengan menyilangkan kedua tangan ke punggung),  ucapkan kalimat self love ke dalam diri:


"Wahai diriku, maafkan aku, ya. Bila selama ini membuat kamu merasa bersalah. Terima kasih, ya. Kamu sudah berusaha dan memberikan yang terbaik yang kamu bisa untuk mendampingi dan mengarahkan anak-anak belajar. Meski dalam keterbatasan dan kondisi yang ada belum benar-benar sesuai harapan, aku bangga padamu, kamu sudah berusaha. Makasi, ya. Kamu orangtua, ibu, ayah, yang hebat, sabar, lembut, penuh cinta dan kasih sayang pada anak-anak. I love you."


Selain pada diri sendiri, berikan pula ungkapan kalimat cinta dan apresiasi itu kepada pasangan maupun anak-anak kita. Pastinya, dalam keterbatasan mereka, mereka pun telah berupaya semampunya. 


"Wahai anakku, terima kasih, ya. Ayah, Ibu, bangga padamu. Kamu sudah mau berusaha. Meskipun kondisi belajar saat ini berbeda, namun kamu mau berusaha dan menyesuaikan diri. Kamu anak yang hebat. Ayah Ibu sayang padamu."


Selamat Praktek

Semoga Bermanfaat 😇


By: Sukmadiarti Perangin-angin, M.Psi,.,Psikolog 

Nb. Konsultasi Keluarga 

Wa 081362359651

#parentingschool #selflove #pengasuhananak

View Post

 



Bermasalah yang sebenarnya itu adalah ketika kita mengira bahwa penyebab dari masalah kita adalah orang atau kejadian di luar kita. Saat kita merasa menjadi korban, disitulah letak masalah kita sehingga kita jadi bermasalah.


Bermasalah seperti apa? Karena akhirnya kita jadi keliru dalam menyikapi masalah yang ada. Sebab kita masih berpikir bahwa orang lainlah penyebab kita jadi bermasalah. 



Mari kita sejenak merenung dan menyadari. Sejatinya, masalah yang kita hadapi bukanlah semata karena kesalahan yang orang lain lakukan pada kita. Tapi karena memang Allah kehendaki itu terjadi untuk kita. Pelaku atau kejadian-kejadian yang menyertainya hanyalah perantara Allah saja yang berperan sebagai pengirim pesan untuk kita baca dan sadari.


Misal, saat kita menghadapi masalah dengan anak, pasangan, pekerjaan atau kesehatan. Sepintas kita akan menyalahkan  dan menjadi kecewa karena masalah yang timbul. Perasaan kita jadi tak nyaman.


Beda halnya saat kita berusaha menerima semua masalah itu dan menjalaninya dengan ridho, karena meyakini bahwa semua ini Allah yang ijinkan terjadi. Semua permasalahan tadi akhirnya menjadi lebih ringan dihadapi. 


Mengubah sudut pandang kita atas masalah akan mampu membuat perasaan kita saat menghadapi masalah itu pun akan berubah seketika. Yang awalnya kecewa, sedih, putus asa, bisa berganti menjadi rasa tenang dan  syukur yang mendalam. 


Sebagaimana saat tubuh kita sedang sakit, dokter memberikan kita obat yang pahit agar kondisi kita bisa pulih kembali. Begitu pula halnya Allah, ketika jiwa, hati kita sakit, Allah berikan kita obat yang pahit, yakni masalah-masalah, untuk mendetoks kembali hati kita, menggugurkan dosa kita yang lalu, dan memurnikan lagi cinta kita padaNya. 


Maka bersyukurlah kita atas masalah yang tengah kita hadapi, karena semua itu adalah bentuk kasih sayang Allah. Sebagaimana kita berterima kasih pada dokter yang memberi kita obat pahit sekalipun karena tahu dan sadar betul bahwa  obat yang pahit itu baik untuk tubuh kita.


Nikmati sajian obat yang Allah berikan pada kita dengan hati yang tenang, lapang dan penuh keridhoan. Masalah pun tak lagi jadi masalah saat hati kita ridho menjalani dan senantiasa berserah diri sepenuhnya kepadaNya.


Ucapkan, alhamdulillah 😇


Nb. Layanan Konseling Online

Wa 081362359651

#berdamaidenganmasalah

#happycounseling

View Post