MAU TAHU TERAPI HOOPONOPONO? 

Sebuah terapi yang bertujuan untuk membersihkan ingatan dan alam bawah sadar kita dari pikiran dan emosi masa lalu yang negatif. Terapi ini dipopulerkan oleh Dr. Hew Len. Istilah Ho'oponopono berasal dari bahasa Hawaii yang bermakna membetulkan atau meralat sebuah kekeliriuan.

Masa lalu yang pernah menoreh luka di hati seringkali membuat kepercayaan diri dan harga diri seseorang menurun. Kepribadian dasar yang fitrah suci bahagia tak jarang berubah menjadi pemurung, suka menyendiri, menghindari kontak sosial, dan sensitif dengan penilaian orang lain. Kondisi inilah yang ingin diperbaiki melalui terapi Ho'oponopono.

Terapi yang akan membawa seseorang untuk kembali menjadi dirinya yang fitrah. Tidak peduli sekelam apa masa lalu yang pernah ia hadapi. Setiap orang bisa untuk kembali lagi pada fitrahnya, menjadi pribadi yang bahagia.

Dr Hew Len dalam bukunya yang berjudul Zero Limit mengatakan bahwa kita bertanggung jawab penuh atas kehidupan, dan kita dapat menyelesaikan masalah dan menghilangkan emosi negatif dalam kehidupan kita dengan cara memperbaikinya dengan pikiran kita. Membersihkan ingatan kita dari data-data buruk yang masih tersimpan di alam bawah sadar kita. Sampai kita berada di titik nol kembali (fitrah) dan mendapat pencerahan.

"Luka batin, dendam jangka panjang, dan kesalahan di masa lalu dapat merusak hubungan kita dengan diri kita sendiri dan orang lain" diungkap oleh Dewi Indra dalam bukunya yang berjudul seni melupakan da berdamai dengan masa lalu. Tentu bila luka batin ini diperlihara berkepanjangan hanya akan membuat diri kita semakin tak berharga.

Bersihkan luka batin itu dengan terapi Ho'oponopono. Ada empat frasa dalam terapi ini, saya kutip dari buku Dewi Indra, antara lain:

1. MAAFKAN AKU
Yang berarti kita menyesal dan mengambil penuh tanggung jawab terhadap apa yang ada di pikiran kita selama ini. Bahkan yang sepertinya terjadi di luar sana, sebenarnya berasal dari pikiran kita. 

Karena seringnya kita cenderung menyalahkan orang laina atas masalah yang terjadi. Maka saat ini ambil tanggung jawab atas apapun yang anda alami.


2. TOLONG, AMPUNI AKU
Tak peduli pada siapa anda minta maaf, lakukanlah, mintalah maaf. Pada diri sendiri, pada orang lain, pada Tuhan, minta maaflah.

3. TERIMA KASIH
Berterima kasihlah atau bersyukurlah pada diri anda sendiri, pada Tuhan, pada semesta, pada orang di sekitar anda. Bersyukurlah.

4. AKU MENCINTAIMU
Ungkapkan rasa cinta Anda. Katakan pada Tuhan, semesta, tubuh anda, pikiran anda, dan bahkan pada masalah yang anda alami. Katakan berulang kali hingga anda bisa meresapi dan merasakannya.

Lakukan terapi ini sambil anda membayangkan emosi atau ingatan tertentu yang ingin anda bersihkan. Ambil waktu yang khusyu dan tenang agar hasilnya lebih meresap.

Berikut gambarannya:

"...(Nama Anda ) Saya menyesal.
"... (Nama anda ) Maafkan saya.
"...(Nama anda) Terima kasih.
'...(Saya mencintaimu."

Lakukan minimal tiga kali di setiap masalah, memori atau emosi yang ingin anda bersihkan.

Anda jug abisa melakukannya untuk emosi negatif atau luka batin yang disebabkan oleh orang lain dengan cara mengganti Nama anda dengan nama orang yang anda maksud.

Langkah selanjutnya adalah PASRAH da percaya penuh dengan ikhlas kepada Tuhan. Biarkan Tuhan yang menghapus memori negatif dari pikiran kita. Lakukan saja lalu pasrahkan dengan ikhlas hasilnya pada Yang Kuasa.

Ketika "di dalam" telah selesai, maka "di luar" akan selesai dengan sendirinya. Ketika kita telah membersihkan pikiran kita maka masalah yang ada di luar pun akan terselesaikan dengan sendirinya. 

Janji Allah SWT "Kerjakan urusanKu, maka segala urusanmu AKU yang selesaikan."

Bersihkan hati kita dari segala penyakit hati, bila hati kita bersih, pikiran jernih, tubuh pun sehat. Sebagaimanan hadist Nabi bahwa di dalam tubuh kita terdapat segumpal daging, yakni hati. bila ia bersih maka bersihlah semuanya.

Sehatkan hati dan pikiran kita. Bersihkan dari segala penyakit hati, maka insya Allah sehatlah semuanya. Masya Allah

Selamat mencoba ya
@sukmadiarti_psikolog
@positive_consulting

#hooponopono #terapiemosi
View Post

MARAH SEBAGAI BENTUK KASIH SAYANG
By: Sukmadiarti Psikolog

Bolehkah orangtua marah pada anaknya?

Kasih sayang orangtua pada anak tidak kemudian menyebabkannya untuk diam saja ketika melihat ada kesalahan pada anak. Ketika anak berbuat suatu kesalahan, baik itu disengaja ataupun tidak disengaja, tugas orangtualah untuk menegur, menasehati, dan meluruskannya.

Sikap diam, acuh, membiarkan apalagi membela ketika anak melakukan kesalahan, bukanlah bentuk kasih sayang. Bila kesalahan anak dibiarkan, didiamkan, apalagi dibela, tentu ini membuat anak menjadi bingung dan tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Bahkan anak bisa jadi keliru memahami yang salah itu benar, dan yang benar itu salah, ketika orangtua tidak pernah atau kurang dalam mendidiknya.

Untuk itulah mengapa sikap marah atau menunjukkan ketidaksukaan orangtua pada kesalahan anak perlu tetap dilakukan sebagai bentuk kasih sayang orangtua, untuk menyelamatkan anaknya dari keburukan.

Dalam sebuah wawancara dengan seorang narapidana kasus pembunuhan berantai di luar negeri. Ia diwawancarai tentang mengapa ia bisa berperilaku kejam seperti itu. Ternyata, semasa kecil, ia kurang mendapat pengarahan dari orangtuanya. Bahkan pernah suatu waktu, saya  berbuat salah, mencuri, namun orangtua bukannya menegur atau menghukum saya atas kesalahan itu, namun justru membela saya dan menyalahkan orang lain atas kesalahan yang saya perbuat. Kurang lebih begitu jawaban yang ia berikan.

Kesalahan anak haruslah kita luruskan, ditegur, dan diperbaiki. Untuk itu, marahnya orangtua harus pada tempatnya dan bertujuan untuk meluruskan kesalahan anak sehingga ia tahu mana yang benar dan mana yang salah.
Pertanyaan selanjutnya adalah, marah seperti apa yang dibolehkan?

Marah tentu bukan sekedar marah. Marah yang dimaksud dalam hal ini bukanlah marah dalam meluapkan emosi dan kekesalan kita pada anak.  Marah di sini bukanlah dengan melukai fisik maupun psikologis anak dengan kata ataupun perbuatan orangtua. Sebab marah seperti ini justru dilarang oleh agama.

Rasulullah SAW telah mengingatkan:
"Jangan marah, bagimu surga."

Marah yang dimaksudkan di sini adalah marah karena kasih sayang. Marah karena perilaku anak, bukan pada anaknya tapi pada perilakunya. Marah yang ingin kita tunjukkan adalah ketidaksukaan kita pada perilakunya, sehingga langkah yang kita lakukan adalah membuat anak sadar bahwa ada perilakunya yang perlu diperbaiki dan diluruskan. Maka cara orangtua dalam menunjukkan ketidaksukaannya haruslah tepat dan masuk di hati anak secara baik.
Marah atau ketidaksukaan orangtua pada kesalahan anak dapat ditunjukkan salah satunya melalui sikap DIAM.

Rasulullah Saw pernah menunjukkan ketidaksukaannya pada perilaku sahabat yang enggan berperang, dengan mendiamkan sahabat tersebut selama beberapa waktu. Tidak hanya Rasulullah saja yang mendiamkan sahabat tersebut, tapi sahabat lain dan penduduk di lingkungannya pun turut mendiamkannya, sebagai bentuk hukuman atas kesalahan yang ia perbuat. Tujuannya untuk memberikan efek jera, dan agar sahabat tersebut menyadari kesalahannya sehingga ke depan ia dapat memperbaiki diri.

Metode mendiamkan kepada anak bisa pula diterapkan oleh orangtua. Metode mendiamkan akan efektif bekerja bila sebelumnya orangtua penuh kasih sayang, perhatian, dan dekat dengan anak. Bila sebelumnya orangtua jarang berinteraksi, cenderung cuek, maka metode diam menjadi kurang efektif. Karena anak tidak merasakan perbedaan signifikan atas perubahan yang terjadi.

Metode diam ini sederhana sekali, tapi akan sangat penuh makna. Bila memang selama ini anak telah terbiasa mendapatkan perhatian dan kasih sayang utuh dari orangtua.

Orangtua tentu ingin bisa memaksimalkan metode ini, bukan. Maka mari pastikan, orangtua selalu memberikan banyak kasih dan sayang pada anak setiap harinya. Kurangi keluhan, omelan, dan teguran berlebihan, sehingga diamnya orangtua bisa menjadi senjata efektif untuk menegur ketika anak melakukan kesalahan.
Bersedia 😇

www.positiveconsulting.id
Instagram: @parentingschool_indonesia
#kasihsayang #konsultasionline
#rumahkeluargaindonesia

View Post
MENGAPA ORANGTUA HARUS MEMILIH METODE KASIH SAYANG?

by: Sukmadiarti Psikolog


Amru Khalid, dalam bukunya yang berjudul Membangun surga di rumah kita menuliskan bahwa wujud cinta adalah lewat tingkah laku dan perbuatan. Dalam bahasa lain kita bisa mengistilahkannya dengan akhlak.

Siapakah teladan kita dalam hal akhlak?
Ya, betul sekali. Rasulullah SAW diutus untuk memberikan teladan dan menyempurnakan akhlak manusia. Akhlak yang mencerminkan sifat-sifat Allah, salah satunya adalah Rahman dan Rahim, penuh kasih dan sayang.

Kasih sayang inilah kemudian yang menjadi metode Rasulullah SAW dalam mengajak, menyeru, dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan pada umatnya. Kasih sayang inilah yang kemudian mampu meluluhkan hati kaumnya yang keras menjadi lembut dan tergerak untuk mengikuti ajaran kebaikan yang beliau sebarkan.

Mengapa orangtua juga perlu meledani metode  kasih sayang dari Rasulullah ini? Jawabnya tentu karena metode ini telah TERBUKTI membawa hasil dan perubahan yang sangat banyak pada kebaikan umat dari zaman dulu hingga masa kini. Tiada keraguan atasnya, bukan. Sejarah telah membuktikannya.

"Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu..." (Qs. Al-Imran: 159).

Anak-anak adalah bagian dari orang-orang yang menjadi amanah orangtua untuk diseru, diajak, dan dibawa pada kebaikan. Allah mengingatkan kita dalam Qs Al-imran:159 di atas bahwa bila kita bersikap keras dan berhati keras pada anak, maka anak-anak akan menjauh dan menghindar dari kita, orangtuanya. Untuk itulah, orangtua harus terus berupaya melembutkan hati pada anaknya dan bersikap penuh kasih sayang dalam mengajak, menegur, dan membawa anak-anak pada kebaikan.

Sebagaimana di awal Amru Khalid telah mengingatkan kita pula bahwa cinta berwujud tingkah laku dan perbuatan. Maka bila benar kita cinta pada anak-anak kita, tentu tingkah laku dan perbuatan kita harus pula mencerminkan akhlak yang terpuji dalam bersikap dan berperilaku kepada mereka. Dengan itu maka anak-anak pun akan merasakan bahwa ia benar dicintai oleh orangtuanya, apapun adanya dirinya.


 www.positiveconsulting.id
#kasihsayang
#konselingkeluarga
#positiveconsulting
#parentingschoolindonesia
View Post
KASIH SAYANG KARUNIA DARI ILAHI

Sebagai orangtua, tentu kita ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Kasih sayang, perhatian, fasilitas, dan kebersamaan yang menyenangkan bagi mereka.

Bersyukurlah kita pada Allah, karena dikaruniai hati yang lembut dan penuh kasih sayang. Sebab tidak semua orang memilikinya. Allah mengatakan bahwa sifat kasih sayang hanya Allah berikan bagi siapa yang Ia kehendaki saja.

Maka mari bermohon dan berusaha untuk menjadi pribadi-pribadi yang dikehendaki dan diridhoi Allah. Sehingga Allah hadirkan kelembutan dan kasih sayang di hati kita.

Dengan memiliki hati yang lembut dan penuh kasih sayang, maka kita akan lebih mudah untuk menjalankan peran yang ada, khususnya sebagai orangtua. Kasih sayang membuat kita mampu dengan sukarela, ikhlas, tulus mengasuh putra putri dengan penuh cinta. Walau tak jarang, kita harus banyak berkorban waktu, tenaga, pikiran, perasaan,dan harta karenanya.

Dengan sifat kasih sayang dapat pula membuat kita mampu bersikap lembut saat menegur, mengingatkan, dan mengajak putra putri pada kebaikan.

Dengan kasih sayang itu, putra putri kita pun, insya Allah akan tumbuh dan berkembang sesuai fitrahnya, berkasih sayang pula pada orangtua dan sesamanya.

Alhamdulillahirabbilalamin
Semoga Allah meridhoi kita semua dan menghadirkan sifat kasih sayang pada hati kita semua.

Aamiin

By: Sukmadiarti Psikolog
www.positiveconsulting.id
@parentingschool_indonesia
View Post
BAHAGIAKAN ORANG LAIN MAKA KITA AKAN LEBIH BAHAGIA LAGI

Bahagia akan hadir saat bisa membahagiakan orang lain.

Saat dimana kita tidak lagi hanya berfokus pada kebahagiaan diri, tapi sudah beralih ke bagaimana cara membahagiakan orang lain.

Saat dimana kita tidak lagi hanya berfokus pada masalah kita sendiri, namun sudah bisa beralih pada mendoakan jalan keluar atas masalah orang lain, khususnya yang mengalami masalah sama dengan kita.

Saat dimana kita memberi, sementara kita juga sedang membutuhkannya.

Saat dimana kita memberi apa yang kita suka, pada orang lain yang juga menyukainya.

Sesungguhnya, itulah bahagia sejati.
Bahagia yang hanya bisa dipahami dengan hati.
Bahagia yang hanya bisa dirasakan saat kita sudah mengamalkannya.
Bahagia yang bisa semakin besar saat kita telah merasakan dahsyatnya ketenangan dan balasan atas bahagia yang kita beri pada orang lain.

Raihlah bahagia itu.

Seorang guru saya berbagi kisahnya, bahwa selama ini ia hanya fokus menyelesaikan masalahnya. Kebetulan ia punya anak autis.

Ia berdoa untuk kesembuhan dan kebaikan anaknya. Fokus terus pada masalah dan anaknya.

Sampai suatu ketika ia mendapat ilmu, bahwa masalah itu datangnya dari Allah. Ada pesan yang ingin Allah sampaikan pada diri kita. Pahami dan cari itu.

Masalah bukan untuk dilawan tapi untuk diterima. Maka terima dulu masalahnya dengan ikhlas. Raih ketenangan dan cobalah bersyukur atas masalah yang dihadapi.

Beliau pun kemudian menerima masalah tersebut dengan ikhlas. Karena Allah yang beri masalah pasti pula Allah yang mempunyai jalan keluarnya.

Maka ia terus ikhtiar mendekat pada Allah agar Allah ridho padaNya.

Lalu beliau mendapat ilmu baru lagi, bahwa kita punya masalah. Orang lain pun punya masalah. Jangan hanya fokus pada masalah kita. Tapi cobalah mendoakan orang lain yang juga punya masalah, yang juga sama dengan kita. Doakan mereka

Maka sejak itu ia fokus mendoakan teman-temannya yang juga punya anak autis. Ia doakan kesehatan kesembuhan kebaikan bagi anak-anak autis yang ia kenal, dan ia pun juga mendoakan orangtua anak-anak tersebut agar diberikan ketenangan dan jalan keluar dalam menerima kondisi anaknya.

Masya Allah
Pagi ia berdoa seperti itu
Dan sorenya Allah langsung menjawab doanya. Sore itu, anaknya yang selama ini belum bisa bicara, sudah bisa bicara. Sepatah dua kata. Dan kini, anak tersebut bahkan sudah hafal 4 juz alquran. Semua atas ijin Allah.

Masya Allah
Semua atas kuasanya Allah
Tiada yang mustahil bagi Allah

Maka jangan sandarkan hati kita pada metode, pada manusia, pada harta, ataua pada apapun. Sandarkan saja semua harapan, doa, dan masalah kita pada Allah yang maha kuasa. Maka keajaiban akan datang.

Insya Allah

By: Sukmadiarti Perangin-angin,M.Psi.,Psikolog

#bahagia #happiness #psikologi #autisme #seft
View Post
KESUKSESAN ADALAH BUAH DARI KEBAIKAN YANG DIBIASAKAN

Salah satu amalan yang dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan dengan rutin. Bukan semata terkait besar kecil atau banyak sedikitnya amalan yang dilakukan, tapi lebih kepada seberapa rutin kita melakukannnya. Dalam ilmu psikologi ini disebut dengan conditioning ( pengkondisian).

Kita sebenarnya bisa mengkondisikan diri kita untuk mencapai impian yang diinginkan. Dengan cara mulai membangun sebuah kebiasaan positif yang terkait dengan  impian tersebut.

Bila impian kita adalah menjadi pembicara publik, maka kita bisa membiasakan diri kita dengan membaca satu dua bab buku setiap hari. Hal ini ketika dilakukan rutin maka akan menambah kapasitas dan kompetensi kita sebagai pembicara.

Bila kita ingin menjadi penghafal alquran, maka kita bisa mulai dengan membiasakan diri kita menambah hafalan one day one ayat, misalnya. Dengan rutinitas ini maka hafalan kita akan bertambah hari ke hari.

Bila kita ingin menjadi ahlul quran, kita bisa membiasakan diri kita membaca one day one juz, sehingga hari-hari kita banyak diisi dengan interaksi bersama alquran.

Bila kita ingin menjadi guru dan orang tua yang disayang, maka kita bisa membiasakan tersenyum dan berwajah ceria setiap bertegur sapa dengan anak kita, sehingga membuat mereka nyaman bersama kita dan merasa dirinya diterima dan berharga.

Tentu untuk membentuk kebiasaan tersebut harus ada usaha dan pengorbanan yang kita berikan. Tak heran para ulama mengatakan bahwa untuk berbuat baik itu HARUS DIPAKSAKAN pada awalnya. Kalau tidak, sampai kiamat pun hanya akan ada di angan-angan saja, hehe. Paksakan, kata para ustad.

Awalnya mungkin kita akan merasa berat, tertatih-tatih, namun seiring waktu tubuh, pikiran, dan perasaan kita akan terkondisi. Bahkan menjadi merasa ada yang kurang bila tidak melakukan rutinitas tersebut. Inilah buah dari kebiasaan positif.

Sehingga Allah pun mengganjarnya bahwa bila seseorang terbiasa berbuat suatu amalan, dan suatu ketika karena suatu hal ia terhalang melakukannya, maka ia sudah mendapat pahala atasnya. Masya Allah

Mudah-mudahan bisa menjadi motivasi buat kita semua untuk terus memaksa diri dalam kebaikan.

Semangat ..

By: Sukmadiarti Perangin-angin,M.Psi.,Psikolog
www.positiveconsulting.id
View Post



Tahukah sahabat, siapa wanita yang paling cantik?

Dia adalah wanita yang sudah merasa cukup dengan dirinya sendiri. Tidak lagi melekat pada sesuatu di luar dirinya, semisal perhiasan, pakaian, kendaraan, jabatan, atau lainnya.

Ia menjadi cantik bukan karena fisik semata, tapi lebih dari itu, yakni karena kebaikan hatinya. Hatinya yang bersih memancarkan energi positif bagi setiap jiwa yang melihat, mendengar, dekat, dan berinteraksi dengannya.

Saat bertemu dengannya, kita merasa nyaman dan betah berlama-lama. Ada pancaran ketulusan dari hatinya yang membuat hati senang berlama-lama di dekatnya.

Saat bertemu dengannya, hati yang sedih, gundah, gelisah, menjadi tenang dan damai. Ia mampu menyalurkan energi positif pada jiwa yang sedang dikelabui energi negatif. Seakan kita mendapat energi baru yang menguatkan saat bersamanya.

Dia yang cantik adalah dia yang mampu membuat orang lain merasa nyaman dengannya. Bukan karena apa yang ia miliki. Tapi karena apa yang ia beri.

Itulah CANTIK yang sesungguhnya.
Kecantikan yang terpancar dari dalam hati. Keluar pancarannya dalam bentuk lisan yang terjaga,  wajah yang ramah penuh senyum, akhlak dan perilakunya yang santun.

Ia tidak berkata-kata, tapi perilakunya, ekspresi wajahnya, gesture tubuhnya membuatnya menjadi begitu mempesona. Ia menjadi cantik karena kebaikan yang ia berikan pada sekelilingnya.

Jadi, sahabat cantik semua. Kita semua adalah wanita yang paling cantik, saat kita bisa menjadikan diri kita bermakna dan bermanfaat bagi orang lain.

Orang lain tidak melihat kita dari apa yang kita miliki. Tapi mereka melihat kita dari apa yang kita beri. Selama hal yang kita miliki belum memberi arti dan manfaat bagi mereka, maka kita belum berarti baginya. Tapi, saat kita telah memberi maka di situlah kita menjadi seseorang yang ISTIMEWA di hatinya.

Jadilah pribadi yang cantik. Cantik dari hatinya.
Barakallah ❤️

Setuju ?☺️

By: Sukmadiarti, Psikolog
#pengembangandiri
#motivasi
View Post