SELF LOVE FOR PARENTS


"Menerima diri kita apa adanya berarti menghargai ketidaksempurnaan kita sama seperti menghargai kesempurnaan kita.” 

– Sandra Bierig


Adakalanya, sebagai orangtua kita merasa bersalah dan sedih karena belum maksimal mengasuh dan mendampingi anak belajar. Perasaan bersalah itu lantas membuat kita menjadi semakin lemah dan  tidak berdaya. Tanpa disadari, ketidakberdayaan itu membuat kita jadi mudah menyalahkan pasangan, lingkungan, bahkan anak.


It's oke to not be ok. Tidak ada manusia yang sempurna. Kita semua pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan, termasuk dalam pengasuhan dan pendampingan anak-anak belajar. Tapi sadarilah, pastinya dalam keterbatasan yang ada, kita sudah memberikan dan mengupayakan yang terbaik yang kita bisa untuk anak-anak.


Meskipun anak-anak saat ini kondisinya belum benar-benar sesuai harapan kita, belajarnya belum mandiri, masih butuh pendampingan, mengerjakan tugas masih butuh ditemani dan dimotivasi, padahal kita ingin mereka bisa mandiri dan disiplin, terimalah. Terima kondisi yang ada dengan lapang hati.


Meskipun diri kita sebagai orangtua masih sangat terbatas waktu dan tenaganya mendampingi anak-anak belajar, padahal kita ingin bisa lebih banyak waktu dan kesungguhan menemani mereka, terimalah. Terima kondisi itu dengan lapang hati. 


Penerimaan kita atas ketidaksempurnaan diri kita, pasangan maupun anak akan melepas ganjalan emosi rasa bersalah, sedih, kecewa yang menghantui hati selama ini. Ya, jalan satu-satunya untuk berdamai dengan diri sendiri dan lingkungan adalah dengan ikhlas menerima kondisi yang ada.


Saat kita sudah ikhlas menerima kekurangan dan ketidaksempurnaan kita, maka tanpa terasa hati yang sesak menjadi longgar kembali. Di titik inilah, dimana kita sudah merasa tenang menghadapi kondisi yang ada maka solusi dan kemudahan pun akan terbuka. Anak menjadi semakin mudah diarahkan, kita pun jadi lebih senang hati menemani dan mengarahkan anak-anak belajar. Energi yang terpancar pun didominasi cinta, ketulusan dan kasih sayang. 


Anak kita merasakan pancaran emosi yang kita rasakan. Bila emosi kita didominasi marah, kesal, kecewa, rasa bersalah, mereka pun tidak nyaman dan enggan menyambut ajakan kita. Sebaliknya, saat emosi dan energi yang kita pancarkan sudah berubah menjadi energi cinta dan keridhoan, buktikanlah bahwa anak-anak akan lebih menyejukkan hati dan mudah mengikuti apa yang orangtua arahkan. 


Mulai saat ini, mari berdamai dengan diri kita sendiri agar lebih mudah bagi kita berdamai dengan anak maupun lingkungan.  Terima kekurangan dan keterbatasan diri kita selama ini. Dan tak lupa, apresiasilah semua upaya yang telah kita lakukan selama ini. 


Sambil memejamkan mata dan memeluk diri kita sendiri (dengan menyilangkan kedua tangan ke punggung),  ucapkan kalimat self love ke dalam diri:


"Wahai diriku, maafkan aku, ya. Bila selama ini membuat kamu merasa bersalah. Terima kasih, ya. Kamu sudah berusaha dan memberikan yang terbaik yang kamu bisa untuk mendampingi dan mengarahkan anak-anak belajar. Meski dalam keterbatasan dan kondisi yang ada belum benar-benar sesuai harapan, aku bangga padamu, kamu sudah berusaha. Makasi, ya. Kamu orangtua, ibu, ayah, yang hebat, sabar, lembut, penuh cinta dan kasih sayang pada anak-anak. I love you."


Selain pada diri sendiri, berikan pula ungkapan kalimat cinta dan apresiasi itu kepada pasangan maupun anak-anak kita. Pastinya, dalam keterbatasan mereka, mereka pun telah berupaya semampunya. 


"Wahai anakku, terima kasih, ya. Ayah, Ibu, bangga padamu. Kamu sudah mau berusaha. Meskipun kondisi belajar saat ini berbeda, namun kamu mau berusaha dan menyesuaikan diri. Kamu anak yang hebat. Ayah Ibu sayang padamu."


Selamat Praktek

Semoga Bermanfaat πŸ˜‡


By: Sukmadiarti Perangin-angin, M.Psi,.,Psikolog 

Nb. Konsultasi Keluarga 

Wa 081362359651

#parentingschool #selflove #pengasuhananak

View Post

 



Bermasalah yang sebenarnya itu adalah ketika kita mengira bahwa penyebab dari masalah kita adalah orang atau kejadian di luar kita. Saat kita merasa menjadi korban, disitulah letak masalah kita sehingga kita jadi bermasalah.


Bermasalah seperti apa? Karena akhirnya kita jadi keliru dalam menyikapi masalah yang ada. Sebab kita masih berpikir bahwa orang lainlah penyebab kita jadi bermasalah. 



Mari kita sejenak merenung dan menyadari. Sejatinya, masalah yang kita hadapi bukanlah semata karena kesalahan yang orang lain lakukan pada kita. Tapi karena memang Allah kehendaki itu terjadi untuk kita. Pelaku atau kejadian-kejadian yang menyertainya hanyalah perantara Allah saja yang berperan sebagai pengirim pesan untuk kita baca dan sadari.


Misal, saat kita menghadapi masalah dengan anak, pasangan, pekerjaan atau kesehatan. Sepintas kita akan menyalahkan  dan menjadi kecewa karena masalah yang timbul. Perasaan kita jadi tak nyaman.


Beda halnya saat kita berusaha menerima semua masalah itu dan menjalaninya dengan ridho, karena meyakini bahwa semua ini Allah yang ijinkan terjadi. Semua permasalahan tadi akhirnya menjadi lebih ringan dihadapi. 


Mengubah sudut pandang kita atas masalah akan mampu membuat perasaan kita saat menghadapi masalah itu pun akan berubah seketika. Yang awalnya kecewa, sedih, putus asa, bisa berganti menjadi rasa tenang dan  syukur yang mendalam. 


Sebagaimana saat tubuh kita sedang sakit, dokter memberikan kita obat yang pahit agar kondisi kita bisa pulih kembali. Begitu pula halnya Allah, ketika jiwa, hati kita sakit, Allah berikan kita obat yang pahit, yakni masalah-masalah, untuk mendetoks kembali hati kita, menggugurkan dosa kita yang lalu, dan memurnikan lagi cinta kita padaNya. 


Maka bersyukurlah kita atas masalah yang tengah kita hadapi, karena semua itu adalah bentuk kasih sayang Allah. Sebagaimana kita berterima kasih pada dokter yang memberi kita obat pahit sekalipun karena tahu dan sadar betul bahwa  obat yang pahit itu baik untuk tubuh kita.


Nikmati sajian obat yang Allah berikan pada kita dengan hati yang tenang, lapang dan penuh keridhoan. Masalah pun tak lagi jadi masalah saat hati kita ridho menjalani dan senantiasa berserah diri sepenuhnya kepadaNya.


Ucapkan, alhamdulillah πŸ˜‡


Nb. Layanan Konseling Online

Wa 081362359651

#berdamaidenganmasalah

#happycounseling

View Post

 



DARING GAK BIKIN PUSING

By: @Sukmadiarti_Psikolog

Pusing terjadi saat kita merasa berat menjalani suatu peran dan tugas yang menyertainya. Di masa pandemi ini, orangtua mendapat tugas lebih untuk mendampingi dan memastikan anak-anak ikut belajar daring.


Tentu saja tidak kita pungkiri bahwa situasi ini tidaklah mudah. Tugas-tugas dalam negeri (rumah tangga) saja terkadang sudah menyita energi. Belum lagi kalau orangtua juga punya tugas luar negeri (bekerja di luar rumah), pulang kerja masih harus mendampingi. Nikmaaat.


Namun bagaimana pun, situasi pandemi saat ini tentu bukanlah pilihan kita. Tidak ada yang menginginkan dan menyangkan pandemi ini akan datang. Tidak ada pula yang tahu kapan pandemi ini akan berpulang.


Maka saat kita menghadapi sesuatu yang berada di luar kontrol kita, apa yang bisa kita lakukan? Respon apa yang perlu kita pilih? Agar meskipun pandemi, kita bisa tetap happy menjalani.



Ada rumus 3T yang bisa kita jadikan sebagai pilihan dalam merespon situasi ini:


1. TERIMA


Pertama, terima pandemi ini beserta semua yang terkait dengannya. Termasuk didalamnya, tugas pendampingan belajar daring anak-anak.


Bisa jadi ada diantara kita yang awalnya merasa terbebani dengan tugas ini, sehingga jadi pusing bahkan darting, sampai-sampai sulit positive thinking. 


Supaya kondisi psikologis kita jadi berubah, maka kita pun harus mengubah pilihan respon kita, dari merasa terbebani diubah menjadi menerima dengan  sepenuh hati. 


"Ya Allah, saya terima kondisi ini dengan ikhlas."


Sebab mèmang bukan kita yang mau, tapi Allah kehendaki ini terjadi, maka suka tidak suka, mau tidak mau, kita harus menerima dengan ikhlas apapun yang menjadi ketetapanNya agar hati kita menjadi lapang dan bahagia. Pusing dan darting pun hilang.



2. TENANG


Ada masanya dimana kita merasa jenuh, perasaan lagi gak kondusif, tapi perlu tetap mendampingi anak belajar. Saat di kondisi ini, anak kemudian "menggoda" dengan sikap yang juga tidak kondusif untuk belajar, misal malas-malasan, menolak, menunda-nunda, atau mungkin tantrum, tetaplah tenang. 


Walau memang, emosi itu menular ya. Tapi kita yang dewasa perlu untuk bisa memenangkan pertandingan dengan cara tetap tenang hadapi lawan hingga sampai ke tujuan, yakni belajar daring sampai ending.


Kalau kita terpancing marah, maka kita bisa kalah dan akhirnya menyerah. Belajar pun jadi tidak lagi mengasyikkan. 


Maka tetaplah tenang menghadapi apapun polah anak. Gimana caranya? Bisa melakukan dua pilihan sikap berikut:


*Smile*. 

Tersenyum. Senyum hadapi sikap anak. Senyum mampu mengendorkan otot-otot wajah kita yang sempat terpengaruh atas sikap anak yang memancing emosi. Senyuuuum.



*Atur Nafas*

Tarik nafas panjang, tahan sejenak, lalu hembuskan lewat mulut secara perlahan. Lakukan cara ini minimal 3x sampai terasa gejolak emosi di hati menjadi lebih terkendali. 


Kondisi tenang membuat kita bisa mengkondisikan agar kegiatan daring berhenti setelah selesai.  Kita juga anak jadi terbiasa bekerja dan belajar sampai tuntas. 


Selain itu, kondisi emosi saat belajar yang tenang dan bahagia akan jauh lebih memudahkan anak menerima informasi pembelajaran yang disampaikan. Tenang.



3. TEKUNI


Konsistensi menjadi hal penting yang perlu kita biasakan dalam proses belajar daring ini. Seperti halnya anak belajar di sekolah, ada aturan, ada jawdal yang konsisten dilakukan. 


Begitu juga hendaknya kita di rumah. Ada jadwal tetap kapan jam anak belajar, sehingga ritme ini nantinya akan membentuk kebiasaan yang positif bagi anak juga orangtua.


Selain itu, dengan menekuni jadwal ini kita juga bisa merasa lebih happy. Karena pada akhirnya kita jadi belajar mengkondisikan hal-hal lain diluar belajsr daring sehingga  bisa fokus hadir penuh di jadwal tersebut. 


Fokus menjaga perhatian, pikiran, perasaan, dan fisik kita saat mendampingi anak daring akan membuat energi kita jauh lebih positif.


Tekuni dan semakin hari kita akan jadi semakin ahli dan menikmati. Semakin tahu  dan bisa mengenali diri juga anak kita. Perasaan pun jadi happy.


Dengan kunci 3T ini mudah-mudahan daring tak lagi biking pusing.


Terima, Tenang, dan Tekuni

Belajar Daring Gak Lagi Biking Pusing


❤️❤️❤️

View Post

 



MINDFULLNESS, PENTINGNYA KESADARAN DALAM BERTINDAK

By: Sukmadiarti_Psikolog

Kepadatan informasi yang kita terima saat ini, baik lewat media whatsapp, medsos, televisi, membuat konsentrasi kita saat bekerja atau melakukan suatu tugas menjadi mudah sekali terpecah. Tanpa sadar, aktivitas stalking media membuat energi, waktu, dan fokus kita jadi banyak teralihkan.


Penting bagi kita benar-benar menyadari apa yang sedang kita kerjakan. Konsep mindfullness dapat menjadi solusi untuk membantu menjaga fokus kita saat bekerja. 


Mindfulness adalah momen kesadaran saat di mana kita berlatih memberi perhatian penuh pada aktivitas apa pun yang kita lakukan pada saat itu. Jadi, tidak hanya fisik kita saja yang hadir, tapi pikiran dan perasaan kita juga hadir di dalamnya.


Misalnya, saat kita memasak, maka benar-benar hadirkan pikiran dan perasaan kita untuk terlibat dalam aktivitas tersebut. Kita bisa mengisi pikiran kita dengan doa-doa dan dzikir, yang kemudian membuat perasaan kita senang dan nyaman saat memasak. 


Ada kisah menarik dari pengasuhan Ibunda Ust. Abdul Somad, yang beliau kisahkan pasca berpulangnya Sang Ibu. Ustad menceritakan bahwa Ibunda beliau ketika memasak, selalu membacakan sholawat dan mendoakan kebaikan serta keberkahan dari masakan beliau. Sehingga masakan yang beliau masak membawa banyak berkah bagi kami anak-anak dan keluarga semua. 


Kesadaran mengerjakan setiap aktivitas yang dilakukan akan membuat kita juga mampu menikmati hidup. Hidup pada saat ini. Tidak dibayangi oleh masa lalu maupun dikhawatirkan oleh masa depan. Fokus pada apa-apa yang bisa dilakukan saat ini. Nikmati dengan sepenuh hati. 


Bagaimana caranya agar kita bisa menerapkan konsep mindfullness ini dengan baik? 


🌷 Tentukan aktivitas apa yang akan dilakukan. 


Misal: mau memasak, bersih-bersih, menulis, sholat, dzikir, buat laporan, mengajar, presentasi, atau lainnya. Putuskan kita mau mengerjakan apa saat ini. Ini penting agar kita memiliki kesadaran terhadap apa yang hendak dikerjakan dan terfokus untuk menyelesaikannya.


🌷 Mulailah mengerjakan aktivitas yang telah ditetapkan. 


Kita bisa mengawalinya dengan berdoa terlebih dahulu. Ucap bismillah dengan sepenuh kesadaran. Doa penting agar kita tidak hanya melibatkan kekuatan kita saja tapi juga melibatkan kekuatan Tuhan dalam membantu aktivitas kita. Ini akan membuat aktivitas kita jadi lebih bermakna.


🌷 Aktifkan pikiran dan perasaan dalam bekerja


Kita bisa menjaga fokus pikiran dan perasaan saat bekerja dengan memikirkan hal-hal positif terkait dengan apa yang sedang kita kerjakan. 


Bila sedang masak, fokuskan pilrian dan perasaan pada rasa suka cita, rasa syukur,  semoga masakannya lezat, bergizi dan disukai keluarga.


Bila sedang bekerja, kita bisa fokuskan pikiran dan perasaan pada rasa syukur atas pekerjaan ini, semoga apa yang kita lakukan bisa manfaat bagi banyak orang.


Jaga terus agar pikiran dan perasaan kita terjaga baik selama mengerjakan aktivitas yang dilakukan.


🌷 Akhiri dengan syukur


Kita juga perlu mengapresiasi diri atas pencapaian-pencapaian positif yang berhasil dilakukan. Termasuk pencapaian dalam praktek mindfullness ini. Apresiasi diri kita dan say thank to God.


"Alhamdulillah Ya Allah, terima kasih atas kemudahan melakukan pekerjaan ini. Selamat untuk diriku, kamu hebat. Terima kasih, ya."


Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan bila bisa mempraktekkan mindfullness ini dalam berbagai aktivitas kita. Hal sederhana sekali pun yangnkita kerjakan akan terasa jauh lebih bermakna bila kita mampu benar-benar hadir dan melibatkan diri kita sepenuhnya. 


Selamat Praktek, ya


Nb.

Butuh bantuan, konsultasi, undang presentasi seminar psikologi bisa kontak kami di 081362359651

View Post



KONSULTASI ONLINE DAN OFFLINE PSIKOLOG SEMARANG



Konsultasi adalah langkah penting yang perlu dilakukan saat kita merasa diri atau anggota keluarga kita sedang tidak baik-baik saja. Ada masalah yang kadang sudah berlarut-larut dan tidak mampu kita selesaikan sendiri. 


Kita butuh orang lain dan profesional seperti psikolog untuk membantu kita mengenali diri. Apa sih akar dari masalah yang sedang kita alami. Apa sih sumber emosi yang membuat pikiran dan perasaan kita menjadi sering tidak nyaman. 


Konsultasi ke psikolog akan membantu kita untuk melihat permasalahan kita dari sudut pandang yang berbeda. Dengan keilmuan dan pengalamannya menangani permasalahan klien, psikolog akan membantu kita untuk menemukan solusi yang benar-benar kita butuhkan.


Kita tentu tidak ingin masalah yang ada dalam diri kita membuat hubungan kita ke orang lain menjadi tidak harmonis. Kita juga tentu tak ingin, jiwa kita menjadi semakin tidak sehat karena berlama-lama memendam luka batin.


Konsultasikan masalah dan perasaan anda ke psikolog. Langkah bijak ini adalah tanda bahwa anda menyayangi diri anda. 


Saat kita tahu bahwa diri kita atau anggota keluarga kita ada yang tidak baik-baik saja pola pikir, perasaan dan tindakannya, berkonsultasilah ke psikolog terdekat. 


Kami dari positive consulting juga menyediakan layanan konsultasi online maupun offline. Bila anda kesulitan terkait kecocokan waktu bertemu atau karena terkendala jarak, bisa ikut layanan konsultasi online. 


Bila anda merasa lebih nyaman untuk konsultasi tatap muka, bisa datang ke alamat kami di semarang.


Informasi konsultasi psikolog semarang baij secara online maupun offline dapat hubungi kami di kontak WA 081362359651.



Merdekakan jiwa anda dari luka batin. Anda berhak bahagia 😊

View Post

Konsultasi dan Terapi Inner Child dalam Diri

By: Sukmadiarti Perangin-angin, M.Psi.,Psikolog

Sadarkah, bahwa dalam diri kita terdapat jiwa kanak-kanak (inner child) yang masih butuh untuk dikasihi. Jiwa kanak-kanak yang butuh dikasihi ini biasanya di masa lalu, di masa kecilnya, belum merasa diperhatikan dengan baik oleh diri maupun lingkungannya. Itu sebabnya, jiwa kanak-kanak ini, sampai dewasa masih meminta perhatian baik dari diri si pemiliknya maupun orang lain yang ada disekitarnya.

Di masa kecil, kita berada di posisi tak berdaya, belum punya posisi tawar yang cukup ideal bagi sekitar. Karena masih kecil. Suara kita cenderung tidak didengar atau kurang dimengerti oleh orang dewasa di sekitar. Padahal, saat itu, ketika ada peristiwa yang membuat kita merasa sedih, marah, takut, kecewa, jiwa kita ingin sekali mendapat perhatian dan dikasihi. Tapi, ketika di masa itu, hal itu belum terpenuhi, maka jiwa yang merasa sedih, marah, kecewa, dan takut itu masih tersimpan dalam diri.

Beranjak dewasa, tanpa sadar kita mencari hal yang bisa mengisi ruang jiwa yang belum terkasihi tadi. Kita cenderung mencarinya dari luar diri kita. Berharap orang lain bisa mengerti dan memahami kondisi kita. Hal ini terjadi karena belum hadirnya pemahaman bahwa sebenarnya, obat dari jiwa yang belum terkasihi tadi adalah berasal dari dalam diri sendiri.

Bila kesadaran dan pemahaman itu belum muncul, kita akan kehabisan energi dan justru menambah kekecewaan, kesedihan, ketakutan, kemarahan dari dalam diri karena apa yang kita harapkan dari luar tidak datang sesuai harapan.

Langkah sebenarnya yang harus kita lalukan agar jiwa kanak-kanak (inner child) kita membaik kondisinya adalah:

1. MENERIMA BAHWA KITA PUNYA INNER CHILD

2. KITA KASIHI INNER CHILD TERSEBUT.

Seperti judul tulisan ini, *terima dan kasihi inner child dalam diri.*


Kita akui dan terima bahwa dalam diri kita masih ada hal di masa lalu yang membuat kita sedih, kecewa, marah, dan takut.

Kemudian, kita kasihi sendiri perasaan dan jiwa itu. Kita ayomi jiwa itu selayaknya hal yang ingin kita dapatkan dari orang lain.

Cara mengasihi inner child dalam diri:
1. Dengarkan inner child kita
2. Berbicara kepadanya. Bisa di depan cermin. Mengobrollah dengan diri anda sendiri.
3. Minta maaflah kepada inner child kita, karena telah melukainya begitu dalam sampai saat ini.
4. Lalu peluklah diri Anda sendiri dengan menyilangkan lalu melingkarkan tangan anda ke pinggang belakang.
5. Perkuat dengan terapi Hooponopono dari  Dr. Haw Len. Katakan pads dirii Anda: "Saya menyesal, saya minta maaf, maafkan saya, terima kasih, aku mencintaimu."
6. Lakukan berulang, dan rutinkan. Bila anda mengalami lagi suatu peristiwa yang membuat anda tidak nyaman, anda bisa ulangi dan praktekkan lagi.

Ini adalah teknik self love. Cara kita mencintai diri kita sendiri. Mengasihi inner child yang dulu belum terkasihi sehingga terbawa ke masa kini. Terima inner childnya dan kasihi dengan tulus. Karena itu adalah bagian dari diri kita.


Ketika kita sudah bisa mencintai dan berdamai dengan luka yang ada dalam diri, maka hasilnya akan luar biasa. Kita akan memiliki energi positif yang lebih besar dalam diri kita. Kita akan semakin mencintai diri kita dan merasa bahwa kita begitu berharga. Bila itu sudah terjadi, maka potensi yang ada dalam diri akan mampu berkembang lebih optimal untuk mencintai sesama dan orang-orang yang ada di sekeliling kita.

Terima dan kasihi inner child dal diri, maka kita akan semakin BAHAGIA.


Butuh bantuan dan konsultasi untuk berdamai dengan inner child , kontak kami di WA 081362359651
View Post
Self Love : Cara Mencintai Diri Kita

Tidak hanya orang lain yang butuh cinta kasih sayang dari kita.

Tapi, diri kita sendiri juga butuh cinta kasih sayang dari pemiliknya. Siapa pemiliknya? Tentu diri kita sendiri.

Terkadang, kita sibuk memberi cinta pada orang lain, tapi lupa mencintai diri kita sendiri. Akibatnya kita merasa "letih."

Self love yang rutin akan membuat tubuh dan jiwa kita menjadi lebih sehat dan positif.

Bagaimana cara self love?

Kita bisa mengikuti pola dari Dr. Haw Len lewat terapi Ho'oponopono nya.

Katakan pada tubuh dan jiwakita, khususnya saat kita sedang letih, sakit, atau lemah:

 *"Aku Mencintaimu, Maafkan Aku, Terima Kasih."*

 Sampaikan dengan tulus dan lakukan berulang, dan rasakan energi positif yang akan datang dari tubuh dan jiwa kita.

Di buku Life Lessons, karangan Jack Canfield, dkk, ada sebuah kisah tentang penderita kanker yang sembuh lewat Self Love ini.

"Untuk pertama kali, aku merasakan rasa sayang terhadap diriku. Air mata membasahi pipiku ketika aku memandikan tubuhku layaknya seorang ibu memandikan bayinya. Kuusapkan waslap ke kulit tubuhku dengan rasa sayang dan kasih, dan di setiap usapan kukatakan, "Aku mencintaimu" dan " Terima kasih." Untuk pertama kali, aku merasakan kasih tak bersyarat terhadap diriku sendiri."

Hasilnya, keesokan hari saat ia dites, kemarin jumlah sel darahnya 600. Hari ini 7700. Kadar yang normal. Para perawat mengatakan bahwa mereka tidak pernah menemukan orang yang menderita kanker pulih secepat ini.

Masya Allah, ya. Kita pun bisa menjaga kesehatan jiwa dan tubuh kita dengan melakukan self love ini secara rutin.

Selamat Mencoba,. Semoga bermanfaat ya. Silahkan share πŸ™‚

By: @sukmadiarti_psikolog

#positiveconsulting
#psikologberbagi
View Post