TERAPI EMOSI DI TENGAH PANDEMI COVID


 EMOTIONAL HEALING DI TENGAH PANDEMI


By: @sukmadiarti_psikolog


"Your reaction is your pain. Your response is your self love." -Amy


Tidak ada yang bisa mencegah bila virus itu "diizinkan" Allah datang ke tubuh kita. Kita yakin, pasti bersama kehadirannya, Allah  telah menyiapkan beragam hikmah dan kebaikan di baliknya.


Sebagai manusia biasa,  wajar bila kita merasa cemas, takut, dan juga sedih ketika virus itu menghinggapi diri ataupun keluarga yang kita sayangi. Dibutuhkan jeda untuk "menyepi ke dalam diri" untuk kemudian kita bisa menerima ketetapan Allah ini. 


Emotional Healing ditengah pandemi bisa menjadi cara yang bisa kita gunakan untuk menenangkan diri. Emotional healing adalah cara untuk melepaskan emosi bawah sadar kita guna meraih kesehatan fisik dan jiwa. 


Langkah-langkah yang dapat kita praktikkan dalam melakukan emotional healing, antara lain:


1. Duduk sejenak di tempat yang nyaman dalam posisi yang relaks


2. Boleh ditambah dengan menghidupkan musik terapi yang lembut untuk menambah suasana tenang di sekitar. Misal suara gemericik hujan, gitar atau piano yang lembut dari aplikasi youtube atau musik lainnya.


3. Pejamkan mata Anda. Lalu mulai fokuskan perhatian pada nafas yang masuk dan keluar dari tubuh. Anda bisa tarik nafas panjang lewat hidung, tahan sejenak, lalu hembuskan perlahan lewat mulut. Lakukan berulang kali. 


Teknik sadar nafas ini juga sangat membantu bagi Anda yang sedang sakit covid, untuk membantu suplai oksigen ke dalam tubuh. Saya sendiri, mempraktikkan teknik ini saat mengalami gejala sesak nafas ringan, waktu sakit covid awal  tahun lalu.


4. Setelah praktik sadar nafas, rasakan perasaan Anda menjadi semakin relaks dan tenang. Anda bisa mulai perlahan mengucap syukur dan hamdalah atas kondisi yang dirasakan saat ini. Mulai cari satu persatu hal yang bisa disyukuri dari kondisi yang sedang dialami saat ini. 


Menghidupkan perasaan bersyukur di hati akan mampu mengurangi rasa cemas dan ketakutan. Hidupkan rasa syukur itu.


Misalnya, Ya Allah, alhamdulillah, meski sedang terkena covid, kami sekeluarga masih bisa berkumpul bersama di rumah. 


Ya Allah, alhamdulillah, meski saya terkena covid, anak saya dalam kondisi sehat. 


Cari-cari hal yang bisa disyukuri sehingga mengurangi fokus kita ke masalah yang sedang di hadapi. Beralih ke hal-hal baik yang ternyata begitu banyak masih menyertai diri.


5. Setelah anda merasa lebih nyaman, anda bisa berdoa dan memasukkan kalimat sugesti untuk menerapi emosi dalam diri.


"Ya Allah, meskipun saat ini, saya merasa cemas, takut, sedih karena saya dan atau keluarga saya sedang positif covid, saya ikhlas menerima kondisi ini. Saya rida, Ya Allah menerima rasa cemas ini. Ya Allah, hamba lemah tak berdaya. Tiada daya hamba tanpa pertolongan dariMu. Maka kini, hanya kepadaMu lah hamba berserah diri. KepadaMu Ya Allah, hamba bertawakal. Berikanlah kesabaran, kesembuhan dan kesehatan untuk saya, keluarga, dan juga saudara2 kami yang juga sedang sakit. Lahaula walaquwwata illa billah. 


Ulangi doa di atas beberapa kali sampai di dada anda terasa hangat dan tenang.


6. Perlahan buka mata. Tarik nafas panjang lagi, lalu hembuskan perlahan. Jaga terus rasa syukur dan koneksi di hati kepada Allah sepanjang hari. Optimis bahwa Allah akan beri pertolongan bagi kita dan keluarga.


Ada banyak cara lainnya yang bisa digunakan untuk menenangkan perasaan kita di tengah wabah pandemi. Lewat ibadah yang khusyu, dzikir, sholat, almatsurat, sedekah, mendoakan sesama yang juga sedang sakit, insya Allah akan memberikan energi positif ke dalam diri.


Tetap optimis. Allah bersama kita semua. Semoga teman-teman dan keluarga yang sedang sakit, Allah berikan kesabaran, kesembuhan dan kesehatan kembali. Semangat 😇💖

0 komentar:

Posting Komentar