Ramadhan Momen Perbaikan Diri



Ramadhan Momen Perbaikan Diri. Bagaimana Ramadhan Anda kali ini? Bila ditanyakan tentang hal itu, tentu hanya diri kita sendiri yang bisa menjawab dan merasakannya. Apakah di Ramadhan kali ini ada perubahan yang lebih baik pada amalan, ibadah, dan diri kita masing-masing.

Tolak ukurnya seperti apa?
Seorang sahabat pernah berkata pada saya, bila kamu merasa puas dengan apa yang sudah kamu lakukan, kamu nyaman, kamu senang, itu bisa menjadi satu gambaran bahwa kamu berhasil dan sudah lebih baik. Artinya, bila kita secara pribadi sudah merasa puas, nyaman, dan ada peningkatan dari tahun sebelumnya, ini bisa menjadi tanda bahwa tahun ini sudah lebih baik.

Perasaan puas, nyaman, dan senang di hati kita tentu tidak dapat kita buat-buat. Karena kebahagiaan itu lahir dari hati. Bila selama Ramadhan ini, hati kita tercukupi "makan" nya, maka ia akan merasa puas. Tercukupi makannya, dalam artian bahwa hati kita telah di charger dengan ibadah, ketaatan, keimanan, dan amalan-amalan sholeh yang membuat hati itu menjadi semakin bersinar.

Makanan hati bukanlah harta, nasi, atau yang sifatnya materi. Makanan hati adalah keshalihan dan ketaatan individu pada Tuhan-Nya yang sifatnya nonmateri. Dzikir, membaca Al-quran, sholat lima waktu, sholat sunnah, tahajud, bersedekah, adalah beberapa amalan yang dapat menghidupkan hati.

Nah, apakah di Ramadhan kali ini, kita sudah memaksimalkan dan memaksa diri untuk berbuat lebih dalam amalan hati ini? Bila jawabannya belum, maka segeralah kita memperbaiki diri, dan mengejar di sisa waktu yang ada, agar kelak kita tidak menyesalinya.

Ramadhan adalan gambaran dari kehidupan kita selama satu tahun ke depan. Bila di Ramadhan ini, kita belum berhasil melawan hawa nafsu, kemalasan, kesia-siaan, kelalaian, maka seperti itu pula gambaran kehidupan kita di sebelas bulan kemudian. Tiga puluh hari masa latihan di bulan Ramadhan ditambah enam hari di bulan syawal, sudah cukup bisa menempa diri seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kebaikan dan kesuksesan itu berawal dari sebuah KEBIASAAN. Di bulan baik ini, kita sudah terkondisi untuk menjadi baik. Mulai dari bangun lebih pagi, untuk sahur, ini bisa melatih kita untuk bangun tahajud. Memulai hari dengan kebiasaan baik, bangun lebih awal, dan mengerjakan sholat malam adalah kunci kesuksesan. Tentunya setelah sahur yang baik di akhirkan, maka kita akan mudah untuk mengerjakan sholat Shubuh di awal waktu. Ini pun baik, apalagi bila dikerjakan berjamaah di Masjid.

Saat berpuasa, kebiasaan baik lainnya adalah MENAHAN DIRI dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa. Makan, minum, melihat yang bukan haknya, dan lainnya. Ini memaksa kita untuk menjaga pandangan dari menonton tayangan yang tidak berguna, menjaga telinga dari mendengar yang tidak baik seperti gosip, ghibah menceritakan keburukan orang lain, dan sejenisnya. Menjaga lisan dan perbuatan, tidak marah, dan berusaha mengendalikan emosi. Ini pun kebiasaan yang baik. Begitu seterusnya.

Maka, sungguh alangkah ruginya, bila ada orang yang sampai ke bulan Ramadhan tapi ia tidak mendapat ampunan dari Tuhan-Nya. Mengapa? Karena semua sudah terkondisi, bahkan di lingkungan sekitar pun juga terkondisi. Semua orang berlomba-lomba dalam kebaikan. Maka bila itu pun belum bisa membuat seseorang berubah dan memperbaiki diri dan amalannya, maka betapa ruginya. Allah telah menutup hatinya. Maka bila ciri ini ada pada diri, segeralah bertaubat, sucikan diri, bersihkan hati dengan istighfar yang tulus memohon ampunan pada Allah SWT.

Luruskan niat kita dalam beramal. Rasulullah bersabda, siapa yang berpuasa dengan keimanan, karena berharap pahala Allah saja, maka dosa-dosanya akan Allah ampuni. Iman dan keyakinan inilah yang akan menjadi pembeda. Maka kerjakanlah amal ibadah karena Allah saja, karena berharap Rahmat-Nya. Dengan itu kita kan mudah ikhlas dalam beribadah, sehingga ibadah itu terasa ringan.

Semoga Allah memberikan hidayah dan inayahnya pada kita semua untuk dapat memaksimalkan diri di bulan suci ini dalam beribadah dan beramal sholeh, karena Allah.


0 komentar:

Posting Komentar